HnJxnamjFNAlOVF6Q1uObREh7avz80zCg0Efg9rw
Hobi Naik Gunung? Kenali Gejala Hipotermia Berikut Ini!

Iklan Billboard 970x250

Hobi Naik Gunung? Kenali Gejala Hipotermia Berikut Ini!


Naik gunung memang akan memberikan sensasi tersendiri terlebih jika sudah sampai di puncaknya. Ada rasa bangga dan lebih merasa dekat dengan alam. Seperti yang kita ketahui, bahwa cuaca di gunung memang memiliki temperatur suhu yang berbeda jika dibandingkan dengan suhu di dataran rendah biasa. Sebagai seseorang yang punya hobi naik gunung, Anda harus waspada dengan serangan Hipotermia.

Ada banyak sekali kasus yang menimpa seseorang mengalami kejadian yang tidak diinginkan saat naik gunung, dan yang paling parah biasanya akan membahayakan nyawa dari si pendaki gunung itu sendiri. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan dan pahami apa saja yang dibutuhkan dan persiapkan segala sesuatunya dengan matang sehingga setelah sampai di gunung tidak akan terjadi sesuatu yang membahayakan keselamatan Anda maupun rekan-rekan Anda. 

Mendaki gunung memang tidak boleh dilakukan secara sembarangan, ada berbagai hal yang perlu Anda patuhi, larangan-larangan yang tidak boleh Anda langgar, serta surat-surat perizinan yang dibutuhkan apabila memang perlu. Hipotermia adalah salah satu ancaman bagi para pendaki gunung. Berikut ini adalah gejala-gejalanya sehingga Anda bisa lebih waspada: 
  • Gejala paling awal yaitu biasanya akan mengalami kedinginan yang biasa saja, namun semakin lama semakin menggigil, tubuh juga menjadi gemetar dan tidak kuat menahan dingin, bisa juga gigi menjadi saling beradu karena sudah tidak tahan dengan rasa dingin. 
  • Gejala selanjutnya yaitu sulit untuk diajak berbicara serta koordinasi. 
  • Kulit di tubuh menjadi sangat dingin dan akan menjadi pucat. 
  • Mengalami kehilangan kesadaran hingga yang paling parah yaitu bisa sampai halusinasi. 
  • Nafas menjadi tidak beraturan dan disertai dengan detak jantung yang semakin meningkat. 
Apabila Anda mengalami gejala-gejala seperti di atas ada beberapa langkah penanganan yang cepat dan tepat sehingga keadaan tidak semakin memburuk. Segera masuk ke tenda dan minum minuman yang hangat untuk menghangatkan tubuh. Selain itu apabila baju basah, segera ganti dengan baju yang kering dan lebih tebal. Makan makanan yang berkalori tinggi dipercaya juga mampu menghilangkan gejala-gejala tersebut secara perlahan. Apabila kondisi memungkinkan bisa juga membuat api unggun di luar tenda serta arahkan api ke arah tenda agar udara bisa lebih hangat. 

Gejala tersebut di atas biasanya akan menyerang pendaki gunung yang tidak membawa peralatan mendaki dengan lengkap. Padahal yang perlu Anda ingat, mendaki gunung membutuhkan segala sesuatunya dengan ekstra. Kondisi tubuh yang fit, peralatan yang memadai serta yang tidak kalah penting yaitu ajaklah teman yang sudah mempunyai pengalaman dan terbiasa mendaki gunung. Jangan pernah memaksakan diri untuk mendaki gunung apabila kondisi tidak memungkinkan jika tidak ingin sesuatu hak buruk terjadi di depan. 

Hipotermia memang bisa menyerang siapa saja, tidak peduli dia laki-laki atau perempuan. Maka persiapkan diri Anda dengan baik. Gunakanlah peralatan yang memadai dan cukup untuk kebutuhan Anda selama berada di dalam perjalanan. Jika perlu Anda juga harus cek kesehatan dulu sebelum memutuskan untuk berangkat mendaki, karena kesehatan merupakan kunci dari semuanya. Belum tentu tubuh sehat aman dalam perjalanan, karena kita tidak akan pernah tahu kejadian apa yang akan dialami saat sudah berada di gunung. Mintalah bantuan kepada teman Anda di perjalanan apabila kondisi sudah tidak memungkinkan untuk melanjutkan kembali. Dengarkan setiap arahan yang diberikan oleh teman Anda dengan baik serta jangan berada terlalu jauh dari rombongan.
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar